News Ticker

Menu

Mahasiswa ITB Kembali Raih Juara II LKTI

Mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali meraih gelar juara dua Lomba Keilmuan Teknik Industri (LKTI) 2014. LKTI yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Teknik Industri (IMTI) Universitas Indonesia (UI) ini merupakan ke-14 kalinya ITB menjadi peserta LKTI dan pada setiap tahun, LKTI mengusung tema yang berbeda-beda.

Pada tahun ini, tema yang dibawa adalah "Welcoming 2015 ASEAN Open Sky: Escalating Nation's Airlines Competitiveness through Service Management". Mereka adalah Anggoro Bintang, Joseph Widagdo, dan Michael Julianto angkatan 2010, serta Andreas Dymasius dari angkatan 2011 itu menjalani lomba yang terdiri dari dari tiga tahap, yaitu preliminary stage, Initial Enrollment Questionnaire (IEQ) stage, simulation, dan real case study.

Pada tahap preliminary, seluruh mahasiswa teknik industri se-Indonesia menyerahkan paper mengenai analisis antisipasi dan hal-hal yang harus dipersiapkan oleh suatu maskapai penerbangan dalam menghadapi ASEAN Open Sky 2015. Dari preliminary stage ini, dipilih 25 tim yang terdiri dari berbagai universitas di Indonesia.

"Sebelumnya ITB mengrimkan dua tim, tetapi yang berhasil lolos di tahap preliminary ini hanya satu tim," ujar Andre seperti dilansir dari laman ITB, Senin (12/5/2014).

Tahap selanjutnya merupakan tahap IEQ yang dilaksanakan di kampus berlambang gajah itu. Tahap ini dibagi menjadi tiga bagian. "Kami diinstruksikan untuk menjawab soal-soal yang diberikan oleh panitia," ucap mahasiswa angkatan 2011 itu.

Terdapat tiga jenis soal yang dilombakan pada tahap ini. Soal pertama terdiri dari 50 soal pilihan ganda. Kemudian dilanjutkan dengan soal isian, dan ditutup dengan babak soal taruhan.

"Dalam babak soal taruhan, kami diminta untuk menaruhkan poin kami dengan jumlah tetentu pada suatu soal, dan apabila kami menjawab benar, poin kami akan dilipat gandakan, dan apabila salah kami akan kehilangan poin sejumlah yang kami taruhkan," ungkap Andre.

Pada tahap selanjutnya, yaitu tahap simulasi. Peserta diinstruksikan untuk memainkan sebuah game yang telah dirancang oleh panitia. Game ini berisi tentang manajemen perusahaan maskapai penerbangan yang mengharuskan peserta mengambil keputusan-keputusan pada setiap case yang diberikan.

"Dalam game ini, kami bertindak sebagai direktur suatu maskapai penerbangan, dan bertugas untuk memecahkan kasus-kasus yang ada melalui pertimbangan dan perhitungan yang telah kami lakukan," tutur Andre.

Masalah yang harus dipecahkan adalah menyangkut hal-hal yang harus dilakukan maskapai dalam menghadapi ASEAN Open Sky 2015, seperti rute mana yang akan dibuka, berapa banyak pesawat yang akan ditambah, jenis mesin yang digunakan, dan sebagainya.

"Dalam memecahkan masalah-masalah tersebut, kami harus melakukan optimasi, sebagai contoh kami memilih mesin yang harga belinya mahal tapi tidak memerlukan maintance yang terus-menerus atau mesin yang murah tetapi harus sering dilakukan maintanace," tambah Andrew.

Terdapat kasus lain yang turut menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan, contohnya adalah terjadinya bencana alam. Bencana alam ini akan menurunkan jumlah penumpang dalam maskapai penerbangan. "Dengan adanya kasus bencana alam ini, kami harus merubah rencana yang telah kami ambil, misalnya menurunkan jumlah penambahan armada," jelas Andre.

Untuk menentukan peserta yang akan lolos ke tahap final, nilai dari tahap IEQ dan simulasi game ini diakumulasi, dan diambil lima tim untuk melaju ke babak final. Babak final berisi mengenai real case study dengan maskapai penerbangan yang telah ditentukan.

Maskapai penerbangan yang digunakan sebagai real case study adalah Garuda Indonesia. Sebelum masuk ke casenya, Garuda Indonesia menjelaskan informasi dan kondisi nyata yang sedang terjadi di perusahaan. Dari pemaparan kondisi dan informasi perusahaan, peserta diwajibkan untuk menjawab daftar pertanyaan yang telah dibuat.

"Pada tahap ini, kami bertindak sebagai konsultan untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan. Pada saat menjawab pertanyaan, kami melakukan pendekatan-pendekatan dengan tools yang memang common di keilmuan TI," jelas Andre.

Contoh tools yang digunakan adalah define-measure-analyze-improve-control. Tools tersebut merupakan tools standar yang digunakan oleh insyinyur teknik industri dalam menyelesaikan masalah.

Tools lain yang diguanakan adalah BCG matriks. BCG matriks berguna untuk memetakan kondisi suatu perusahaan apakah perusahaan tersebut sedang berkembang atau bahkan perusahaan tersebut memang sudah waktunya gulung tikar. "Tools ini membantu kami untuk menentukan keputusan yang tepat untuk diambil," kata Andre.

Sumber : Okezone.com

Share This:

Post Tags:

Jillur Rahman

I'm Jillur Rahman. A full time web designer. I enjoy to make modern template. I love create blogger template and write about web design, blogger. Now I'm working with Themeforest. You can buy our templates from Themeforest.

No Comment to " Mahasiswa ITB Kembali Raih Juara II LKTI "

  • To add an Emoticons Show Icons
  • To add code Use [pre]code here[/pre]
  • To add an Image Use [img]IMAGE-URL-HERE[/img]
  • To add Youtube video just paste a video link like http://www.youtube.com/watch?v=0x_gnfpL3RM